Penonton Padati “Laku 4 Sak Wengi”, Seramnya “Lorong Hantu” Bikin Ketagihan

PelajarseJati.or.id — Pentas Produksi ke-4 Teater Pith-U PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Jati berhasil menarik perhatian ratusan penonton pada Sabtu malam, 25 Oktober 2025 (25/10). Balai Desa Jati Wetan menjadi saksi betapa penuh dan ramainya warga yang ingin menyaksikan penampilan-penampilan dalam satu malam lewat acara bertajuk “Laku 4 Sak Wengi”. Tidak hanya menampilkan teater, tetapi ada penampilan tari, pencak silat, puisi, hingga geguritan.
Bahkan sebelum pukul 20.10 WIB, aula begitu ramai terisi oleh para penonton. Suasana lokasi yang begitu hidup dan meriah mewarnai serunya pentas produksi ke-4. Banyak penonton datang bersama teman dan keluarga untuk mendukung para pemain maupun sekadar menikmati hiburan akhir pekan. Meskipun terlihat ramai, tetapi tetap tertib dan penuh antusiasme.
“Acaranya seru banget! Apalagi penampilan teaternya dibikin merinding,” komentar salah satu penonton berasal dari Pasuruhan Lor.
Suasana semakin meriah ketika pertunjukan dibuka dengan penampilan seni yang beragam, mulai dari tari bertema lingkungan, puisi yang menguatkan mental, pencak silat yang memancing tepuk tangan penonton, hingga geguritan yang menghanyutkan suasana menjadi melodi sedih. Namun, bagian yang paling ditunggu-tunggu tentu saja adalah teater “Lorong Hantu” yang mengangkat kisah murid korban bullying hingga menjadi sosok gentayangan.
Puncak perhatian penonton tertuju pada penampilan teater “Lorong Hantu”. Genre horor yang dibawakan membuat penonton berkali-kali tersentak kaget, namun tetap terhibur dan pastinya hanyut dalam cerita yang dibawakan.

Setelah acara usai, suasana belum langsung bubar. Justru antusiasme penonton penonton berbondong-bondong menuju photobooth yang sudah disiapkan panitia. Mereka mengabadikan momen bersama teman, keluarga, dan bahkan para aktor yang masih mengenakan kostum dan riasan horor.
Bagi masyarakat Jati khusunya, pertunjukan ini bukan hanya sekadar hiburan. Pentas produksi menjadi ruang berkumpul, berekspresi, dan mendukung bakat seni para pelajar NU. Banyak yang berharap Teater Pith-U dapat terus mengadakan produksi seperti ini setiap tahunnya.
“Kalau tahun depan ada lagi, saya pastikan nonton lagi,” ungkap penonton lainnya dengan senyum puas.

Keberhasilan acara ini menunjukkan bahwa seni teater masih memiliki tempat di hati masyarakat dan bisa menjadi ruang yang mempererat kebersamaan sekaligus mendukung tumbuhnya bakat-bakat baru dalam dunia seni pertunjukan.
Penulis: Ana Yunia Sari (PR. Getaspejaten)

Leave a Comment