Dari IPNU ke Duta GenRe, Rafael Buktikan Pelajar Bisa Berkembang di Banyak Bidang

PelajarseJati.or.id – Perjalanannya masuk IPNU juga tidak lepas dari lingkungan keluarga. Ibunya dulu pernah aktif di IPPNU, kemudian dilanjutkan kakaknya yang pernah menjadi Ketua Ranting IPNU Pasuruhan Kidul. Berawa dari hal itu Rafael merasa ingin melanjutkan estafet tersebut. Di IPNU ranting, Rafael mendapat amanah sebagai Wasek 2 bidang kaderisasi. Sedangkan di PAC Kecamatan Jati, ia menjadi bagian dari Jarkominfo. Menurutnya, organisasi banyak membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih berkembang.
“Di IPNU saya kan ketemu banyak orang dengan karakter yang beda-beda. Dari situ saya belajar gimana cara bersikap dan menghargai orang lain,” katanya.
Selain itu, IPNU juga menjadi tempat Rafael mengasah berbagai kemampuan. Mulai dari public speaking, kerja sama tim, hingga keberanian tampil di depan umum. Ia juga beberapa kali terlibat dalam kegiatan PAC seperti lomba paduan suara dan pembuatan film pendek saat Porseni.
Tidak hanya aktif di organisasi, Rafael juga mencoba mengembangkan dirinya lewat ajang Duta GenRe. Menurutnya, Duta GenRe bukan sekadar ajang seleksi atau memakai selempang saja, tetapi menjadi wadah untuk mengajak remaja agar lebih siap menghadapi masa depan.
“Menurut saya Duta GenRe itu role model buat remaja. Kita diajak supaya punya arah hidup, bisa menjaga pergaulan, dan lebih siap merencanakan masa depan,” jelasnya.
Salah satu nilai penting yang paling ia soroti dari program GenRe adalah tentang pendewasaan usia pernikahan dan kesiapan generasi muda dalam membangun masa depan. Bagi Rafael, anak muda perlu mempersiapkan diri dari segi pendidikan, mental, kesehatan, dan finansial sebelum mengambil keputusan besar dalam hidup.
Perjalanan Rafael menuju Top 10 Finalis Duta GenRe tentu tidaklah mudah. Meskipun sempat ragu, namun dorongan dari teman dan keinginannya yang memang sudah ada sejak lama, Rafael akhirnya memberanikan diri untuk mencoba. Tentunya semua itu juga ada tantangannya, salah satunya adalah membagi waktu antara sekolah, organisasi, dan kegiatan GenRe yang sering bertabrakan. Meski begitu, ia berusaha menjalani semuanya dengan membuat skala prioritas.
“Saya selalu mikir, sudah sampai di titik ini dan banyak orang yang percaya sama diri saya. Jadi nggak boleh gampang nyerah dan mengecewakan mereka,” ungkapnya.

Menurut Rafael, pengalaman di IPNU sangat membantu dirinya selama mengikuti Duta GenRe. Kemampuan berbicara di depan umum, kerja sama tim, hingga rasa percaya diri banyak ia dapatkan selama aktif berorganisasi.
“IPNU jadi bekal penting saya karena belajar disiplin, tanggung jawab, dan mental untuk menghadapi tantangan,” katanya.
Di akhir wawancara, Rafael juga menyampaikan pesan untuk para pelajar, khususnya kader IPNU-IPPNU, agar jangan takut bermimpi besar dan mencoba hal baru.
Lewat perjalanan Rafael, bisa dilihat bahwa organisasi bukan penghalang untuk berprestasi, justru bisa menjadi tempat berkembang dan menemukan banyak kesempatan baru. Sosok seperti Rafael juga menjadi bukti bahwa kader IPNU mampu menjadi pelajar yang aktif, berintelektual, dan tetap membawa nilai akhlak serta kepedulian sosial di tengah perkembangan zaman.
(29/12/25)
Penulis & Editor: Ana Yunia















Leave a Comment